Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Sunday, September 13, 2009

ImHalal.com

. Sunday, September 13, 2009
0 comments

Mesin Pencari ImHalal.com Diluncurkan

Umat Islam di seluruh dunia mendapat fasilitas baru untuk lebih nyaman berselancar di internet. Mesin pencari di dunia maya, atau kerap disebut search engine, bernapaskan Islam pertama di dunia, kemarin diluncurkan di Beirut, Lebanon. Mesin itu bernama ImHalal.com yang merupakan metamorfosis dari ungkapan 'I am halal' (saya halal).

ImHalal bekerja dengan menyaring material di internet yang haram untuk dilihat. Hanya materi yang aman dan sesuai ajaran Islam yang bisa muncul saat pencarian dijalankan dengan perangkat lunak tersebut.

Reza Sardeha, pendiri AZS Media Group yang menciptakan mesin pencari tersebut mengungkapkan bahwa ide untuk melahirkan ImHalal lahir setelah rekannya protes dengan kinerja mesin pencari yang kini ada seperti Google dan Yahoo. Menurut Reza, rekannya itu mengungkapkan bahwa mesin pencari di internet masih menampilkan materi pornografi yang tidak sesuai ajaran Islam.

Mesin pencari ImHalal, tutur dia, bekerja dengan memblokir situs-situs bermuatan 'terlarang'. Selain itu, ImHalal juga memblokir kata-kata yang terkait dengan benda haram seperti babi, bir, narkoba, juga kata-kata yang terkait dengan perilaku haram seperti gay, lesbian, bunuh diri, seksi, dan sebagainya.

Saat ini, menurut Reza, mesin pencari ImHalal hadir dengan 15 bahasa yang berbeda termasuk Inggris, Persia, Arab, dan sebagainya. Lewat fasilitas tersebut, dia berharap perangkat lunak buatannya bisa membantu umat Islam secara luas untuk nyaman berselancar di internet. ''Perusahaan kami memprediksi, pengakses terbesar berasal dari Timur Tengah,'' ujar dia.

Dia menambahkan bahwa mesin pencari tersebut bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang khawatir dengan material yang tersebar di internet. ''Selama ini kami yakin bahwa tidak sedikit umat Islam yang menghindari internet, dan meminta anak-anak untuk menjauhinya karena takut dengan isi di dalamnya,'' kata Reza menambahkan. Padahal, dia sangat yakin, jika dimanfaatkan dengan baik, internet bakal membantu kemajuan umat Islam.

Seorang warga Beirut, Ali Gebran, mengaku bahwa karakter mesin pencari bisa mempengaruhi keputusannya dalam mengakses internet. Lahirnya ImHalal pun dinilainya sangat fantastis. Dengan adanya mesin pencari tersebut, dia menyatakan tidak khawatir lagi membiarkan anaknya berselancar di dunia maya.

Rencananya, mesin pencari tersebut juga akan dilengkapi dengan jadwal waktu shalat serta kutipan-kutipan ayat Alquran. Produsen ImHalal berharap, mesin pencari buatannya itu bisa cepat berkembang menyaingi Yahoo maupun Google. The Daily Star

[ Baca Selengkapnya ]...

Anti-Masjid di Denmark

.
0 comments


Kampanye Anti-Masjid di Denmark
Danish People's Party - DPP (Partai Rakyat Denmark) yang beraliran ekstrim kanan dan merupakan sekutu utama pemerintah, Rabu (9/9), kemarin, meluncurkan kampanye besar-besaran melawan pembangunan masjid-masjid di negaranya, setelah sebelumnya (27/8) dewan kota Kopenhagen menyetujui draft rencana pembangunan sebuah masjid di kawasan barat laut ibukota.

DPP merupakan satu-satunya partai yang menentang pembangunan masjid tersebut. Tidak ada partai lain dalam pemerintahan lokal yang mengkhawatirkan hal itu. Pembangunan dilakukan melalui donasi pribadi dan diperkirakan akan menghabiskan dana antara 40 hingga 50 juta kroner (Rp75 miliar hingga Rp93 miliar).

“Politisi pemerintah kota Kopenhagen memutuskan untuk mendirikan sebuah masjid besar di tengah kota,” tulis partai itu dalam sebuah iklan satu halaman penuh yang dipublikasikan di beberapa harian Denmark.

Iklan dengan gambar Masjid Biru di Istanbul dengan bulan sabit dan dua pedang di kubahnya ini menyatakan dana pembangunan masjid tersebut berasal dari rezim terror Iran.

Iklan juga mengkritik rencana pembangunan masjid kedua di kawasan pinggiran selatan Amager dan mengklaim proyek itu didanai oleh diktator Arab Saudi.

DPP berjanji akan mengadakan sebuah referendum atas pembangunan masjid-masjid di negara Skandinavia itu. Bermain politik, partai tersebut mengaitkan kampanye anti-masjid dengan pemilihan pemerintah kota mendatang.

“Semakin banyak perwakilan dari DPP terpilih dalam pemilihan lokal pada tanggal 17 November mendatang, semakin besar perlawanan terhadap cengkeraman Islamis, juga di kota kalian.”

Dalam pemilihan parlemen tahun 2007, DPP memperoleh 25 kursi dari 179 kursi yang tersedia dan menjadi partai terbesar ketiga di Denmark. Meski tidak menjadi bagian dari kabinet, partai ini tetap menjalin kerjasama erat dengan partai-partai pemerintah dalam sebagian besar isu.

Sementar itu, Walikota Kopenhagen untuk Kesehatan dan Perawatan, Mogens Lonborg, mengkritik kampanye anti-masjid dan menuduhnya sebagai bagian dari upaya untuk merusak kebebasan beragama.

“Saya tidak peduli pada kampanye itu. Kita memiliki kebebasan di Denmark, dan jika kau mencoba untuk menghalangi kaum Muslim berkumpul di masjid, saya pikir itu merusak kebebasan beragama,” ujar Lonborg kepada MetroXpress seperti dilansir Islamonline.

Klaus Bondam, walikota untuk teknologi dan lingkungan, juga menentang kampanye anti-masjid tersebut.

“DPP berpendapat bahwa mereka dapat mengumpulkan suara untuk menjalankan kampanye melawan Muslim di kota ini,” ujar Bondam.

“Saya yakin sebagian besar orang di Kopenhagen, seperti saya, akan menggelengkan kepala dan mengabaikan iklan tersebut, berdasarkan kebijakan mereka yang xenophobik (ketakutan akan sebuah kelompok masyarakat) dan ketakutan akan kebebasan beragama,” imbuh dia.

Jumlah umat Islam di Denmark sekitar 200.000 atau 3.5 persen dari 5.4 juta total penduduknya. Islam merupakan agama terbesar kedua di negara tersebut setelah Gereja Protestan Lutheran.

Hubungan Denmark dengan dunia Islam telah mengalami ketegangan semenjak kasus kartun pelecehan Nabi Muhammad SAW. Kartun yang dipublikasikan sebuah harian nasional pada tahun 2005 itu telah memicu kemarahan dan protes dari beberapa negara Muslim.

[ Baca Selengkapnya ]...

Media Australia tentang Islam Cenderung Manipulatif

.
0 comments

Pemberitaan tentang Islam oleh media Australia mendapat kritikan. Sajian yang diberitakan oleh pers Australia tentang Islam sering tak sesuai kenyataan.

Menurut Presiden Perhimpunan Persahabatan Syria-Australia Queensland, Ghenwa A Kassrawi, pola pemberitaan jurnalis Barat, termasuk Australia, umumnya masih sangat bias dan cenderung manipulatif tentang Islam dan situasi Timur Tengah (Timteng). Hal ini karena realitas faktual sering berbeda dari data media yang disajikan ke publik.

Penilaian tentang pemberitaan media Barat yang cenderung manipulatif dan sensasional tentang Islam dan Arab Muslim di Timur Tengah itu mengemuka dalam dialog akademis

Dalam dialog akademis Sekolah Jurnalistik dan Komunikasi Universitas Queensland (SJC-UQ) bertajuk "Peliputan Islam: Representasi dan Realitas" yang berlangsung Kamis malam (10/9) di gedung Sir Liew Edwards UQ, St Lucia itu Kassrawi bahkan mengatakan, media Barat --termasuk Australia-- masih menyajikan berita yang menyesatkan tentang Islam dan Timur Tengah. "Kawasan Timur Tengah itu tidak semuanya tentang Islam dan Arab Muslim karena ada agama-agama selain Islam di sana. Terus, tidak semua orang Arab beragama Islam karena di sana ada juga penganut Kristen dan Yahudi. Banyak dari mereka itu hidup berdampingan secara harmonis," paparnya.

Namun pemberitaan media Barat tentang Islam dan situasi Timur Tengah selama ini, kilahnya, justru didominasi oleh pandangan egosentris yang sangat bias budaya. "Sepatutnya budaya bangsa tertentu diinterpretasi sesuai dengan sistem nilai mereka, bukan sistem nilai wartawan (Barat)," kata Kassrawi yang juga penyiar Radio 4EB FM Brisbane ini.

Dialog akademis yang dipandu Anthony Frangi itu juga menghadirkan wartawan Belanda yang pernah lama bertugas di Timur Tengah, Joris Luyendijk, wartawan lepas Australia, John Birmingham, dan dosen senior JC-UQ, Dr.John Harrison. Joris Luyendijk memaparkan pengalamannya meliput di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Mesir, Siria, Irak, dan teritori Palestina.

Penulis buku laris di Belanda, "Fit to Print: Misrepresenting the Middle East" (Agustus 2009) ini mengeritik pola dan model pemberitaan banyak media cetak dan elektronika Barat yang sangat bias dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Dalam kasus terorisme misalnya, Luyendijk mengatakan, banyak media Barat menggambarkan bahwa publik Arab Muslim cenderung mendukung Usamah bin Ladin dan berniat menghancurkan Barat hanya karena tidak ada aksi demonstrasi rakyat menentang pendiri kelompok Alqaidah ini.

Menurut dia, realitas bahwa tidak adanya demonstrasi menentang Usamah bin Ladin di banyak negara Timur Tengah itu bukan disebabkan oleh "faktor budaya" melainkan "faktor struktur politik" yang tidak memudahkan rakyatnya untuk menggelar aksi unjuk rasa. Dosen senior JC-UQ, Dr John Harrison, pun mengakui bahwa media Barat cenderung memandang situasi Timur Tengah secara "monolitis".

Saturday, September 12, 2009

Sekolah di Belgia Larang Jilbab

. Saturday, September 12, 2009
0 comments

Pandangan miring tentang jilbab di dunia Barat masih berkembang. Salah satu buktinya terlihat di Belgia. Sekolah berbahasa Belanda di daerah Franders, Belgia, Jumat (11/9) waktu setempat mengumumkan pelarangan jilbab di sekolah kepada murid-muirdnya.

Pelarangan ini pun mempengaruhi 700 sekolah di wilayah utara Franders, juga sebagian sekolah di ibukota Belgia, Brussels. Sebelumnya, pelarangan serupa juga diumumkan di dua sekolah di daerah Antwerp dan menyebabkan para muridnya berunjuk rasa menentang kebijakan tersebut.

Menanggapi protes para pelajar, pengadilan tinggi Belgia memutuskan agar para pengelola sekolah tidak mengambil keputusan semaunya sendiri. Pihak pengadilan akan membuat aturan soal tampilan murid-murid sekolah Selasa pekan mendatang.

Sebelumnya, pihak pengelola sekolah di Belgia telah menikmati otonomi yang diberikan pemerintah. Sepertiga sekolag di Belgia mengizinkan penggunaan jilbab, sebagian lainnya melarang, dan sisanya tidak membuat aturan yang baku soal jilbab.

Pihak pengelola sekolah di Flemish (kota utama di daerah Antwerp) menjelaskan bahwa pelarangan jilbab itu tidak akan diterapkan seketika. Mereka berpendapat bahwa aturan tersebut harus diterapkan bertahap mulai tahun akademik mendatang.

Perdebatan soal jilbab, sebelumnya juga terjadi di kalangan warga Belgia yang berbahasa Prancis, atau dikenal dengan istilah Wallonia, juga warga Brussels. Secara luas, perdebatan ini sebenarnya juga masih berkembang di sebagian negara-negara Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

 
IP
visitors browsers counter
Add to Technorati Favorites
Msn bot last visit
This Blog is proudly presented by Blog Ramadhan | Thanks to bacayuk.blogdetik.com